Minggu, 20 Mei 2018

Blog Review Kontest


Mampir ke Popbela, Ada Idolamu!
Hi teman-teman, berbeda dengan konten blog aku sebelumnya, yang selalu tentang cerpen atau puisi, kali ini aku akan menyajikan artikel yang aku yakin bakal bikin kamu nggak rugi deh kalau baca ini. Tapi kamu tau kan blog kece yang akan aku review ini? Yaitu, pobbela.com. nah, yuk langsung saja!
Udah pernah mampir belum ke berandanya? Kalau belum, gih mampir. Kamu pasti bakal suka deh. Kalau aku sih paling suka artikel yang membahas tentang tokoh-tokoh keren yang menginspirasi, contonhnya saja Reza Rahardian. Nah, dalam artikel yang berjudul 5 Tokoh Besar yang Berhasil Diperankan oleh Reza Rahardian dan ditulis oleh Shintya Maharani (popbele.com) tersebut dituliskan beberapa film box office yang pernah diperankan oleh Reza, ia memerankan tokoh-tokoh besar Indonesia lho.
Yang pertama, Guru Bangsa Tjokroaminoto. Ceritanya aktor keren ini sukses memerankan sosok Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Berkat memerankan film ini Reza meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2015. Filmnya juga dapat penghargaan sebagai Film Terpuji di Festival Bandung 2015.
Nah, kalau film kedua ini. Film yang paling aku suka banget. Jadi semangat buat belajar lebih sungguh. Dalam film Habibie & Ainun dan Rudy Habibie. Disana Reza berhasil membius semua mata dengan memerankan sosok BJ Habibie sebagai teknisi kebanggaan Indonesia dan tokoh penting dalam pertumbuhan dan perkembangan dunia dirgantara Indonesia. kedua film yang diperankan Reza itu berhasil masuk dalam jajaran Box Office Indonesia.
Film ketiga. 3 Srikandi, masih memerankan sosok kebanggaan Indonesia. kali ini Reza berperan sebagai Robin Hood Indonesia (Donald Djatunas Pandiangan). Mantan atlet panahan dan pelatih panahan Indonesia itu berhasil memenangkan medali emas dalam kejuaraan Sea Games sebanyak 4 kali. Dalam film ini Reza juga ditemani aktor dan aktris keren lainnya yaitu Bunga Citra Lestari sebagai Nurfitriyana Saiman, Tara Basro sebagai Kusuma Wardhani dan Chelsea Islan sebagai Lilies Handayani.
Keempat. Berperan sebagai Raden Mas Panji Sosrokartono, kakak kandung R. A. Kartini. Dalam film ini Reza memang bukan tokoh utama, ia beradu akting dengan Dian Sastrowardoyo, Acha Septriarsa, dan Ayushita.
Film terakhir yang dituliskan dalam artikel keren itu adalah Benyamin Biang Kerok. Reza sukses memerankan sosok Benyamin meskipun film Beyamin Biang Kerok menuai banyak kontroversi.
Ok. Itu film-film yang berhasil diperankan Reza Rahardian, menginspirasi bukan? Selain itu masih banyak film lain yang diperankan Reza dan sukses membuat bangga Indonesia. Ini artikel Popbela.com yang paling aku suka. Di Popbela.com kamu juga bisa temukan artikel-artikel yang berisi tips-tips berdandan bagi perempuan, kali aja kamu bisa mix dengan gaya yang biasa kamu pakai biar nggak bosan gayanya itu-itu aja, ini saran aku sih, itu pun kalau kamu suka hal-hal baru.
Popbela.com juga berisi artikel-artikel yang akan membuat kamu berpikir, “Wah, ide keren nih. Harus dicoba!” percaya deh, disana banyak artikel bermanfaat yang kamu cari, kamu juga bisa kepoin artis atau sosok idola kamu di Popbela, karena Popbela.com banyak menyajikan artikel keren tentang artis dan tips. Selain itu, kamu juga bisa baca-baca di Popbela, terus dapat ide buat ke pesta besok. Nggak perlu pusing lagi kan mikirin bagaimana pakaian dan dandanan yang cocok buat ke pesta? Kamu juga nggak perlu pusing mikirin fashion, karena Popbela.com juga menyajikannya buat kamu. Nah, tunggu apalagi? Yuk nyari inspirasi di Popbela!

Selasa, 27 Februari 2018

Malaikat Sepanjang Hari


Siang malam
Petang ke subuh sepanjang hari
Istirahat pun sekejap mata
Lebih dari cukup sudah biasa

Setiap Senin
Malam Selasa
Tidur tak tenang hendak membantu
Menyiapkan bakulan menuju pasar

Lelah lusuh raga
Namun jiwa bersahaja sepanjang masa
Anak dewasa bukan apa
Tetap si kecil selalu dimanja

Mak, anakmu kini
Dewasa nan sederhana
Tak hendak bersolek atau bergaya
Biar saja apa mereka kata

Selama jiwa masih ada di raga
Kan tetap mencintaimu
Menyajikan bahagia untuk hari tua mu
Mak,

Malaikat Sepanjang Hari


Siang malam
Petang ke subuh sepanjang hari
Istirahat pun sekejap mata
Lebih dari cukup sudah biasa

Setiap Senin
Malam Selasa
Tidur tak tenang hendak membantu
Menyiapkan bakulan menuju pasar

Lelah lusuh raga
Namun jiwa bersahaja sepanjang masa
Anak dewasa bukan apa
Tetap si kecil selalu dimanja

Mak, anakmu kini
Dewasa nan sederhana
Tak hendak bersolek atau bergaya
Biar saja apa mereka kata

Selama jiwa masih ada di raga
Kan tetap mencintaimu
Menyajikan bahagia untuk hari tua mu
Mak,

Selasa, 15 November 2016

Ramu Katamu sederhana

Menghargai itu sederhana, ketika kau bermurah hati menghargai hal-hal kecil yang dilakukan orang lain untuk mendapatkan kepercayaan dirinya...itu luar biasa..

Senin, 14 November 2016

Senin, 07 November 2016

Guru Maafkan kami




Sesekali kau marah menyaksikan kelalaian kami
Sesekali pula kami terpekur mendengarmu
Rasa kecewa yang tak mampu kau sampaikan lewat kata-kata
Hanya mata indahmu yang berkaca-kaca
Menyimpan harapan besar terhadap kami
Sembilu yang tanpa sadar telah membuatmu lara
Maafkan guru..
Maafkan murid-muridmu
Maafkan kami ketika
Tak mengerjakan PR yang kau berikan
Mengacuhkanmu..
Membiarkanmu mengoceh sendiri di depan kelas
Maafkan kami,
Ketika tak satu-pun diantara kami yang
Mau tau sulitnya perjuanganmu
Guru..
Sia-sia keringatmu, suaramu, waktumu
Demi kami yang tidak menghargai perjuanganmu
Terkadang kami hanya meramaikan kelasmu
Tanpa berada dalam pelajaranmu
Hingga lagi..lagi
Kecewa yang kau telan sebagai pengenyang
Jiwa tulusmu..

Bebaskan Aku Dari Kehampaan Ini




Disini aku hidup
Dahulu aku dapat tersenyum dan tertawa bersama mereka
Merasakan hangatnya dekapan-Mu
Tapi kini?
Aku merasa sendiri dalam keramaian
Jiwaku terkapar lelah menghadapi kenyataan
Hampa menyakitiku bila mengenang rasa
Aku ingin kembali Engkau rengkuh
Dekaplah jiwa gersang ini walau sejenak
Kini aku terbaring lemah ditempat asing ini
Kepalaku terasa berat
Aku ingin lari dari kenyataan ini
Namun kakiku tak bisa kugerakkan
Perlahan dunia kurasa semakin buram
Perlahan namun pasti ia akan hilang
Seiring buramnya alam dalam pandangan
Nafasku telah sampai ditenggorokan
Semakin jelas buram yang kupandang
Hingga akhirnya nafasku terhenti dalam asma-Mu
Nyatakah ini?
Benarkah dunia bukan lagi menjadi tempatku?
Aku terbangun..Syukurlah ini hanyalah mimpi
Namun Kau pasti menjemputku
Ya allah
Sebelum Engkau memanggilku,dekaplah aku
Bebaskan aku dari kehampaan ini